Kenapa Menambah Karyawan Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah Bisnis? Karena Masalahnya Bisa Berada di Proses, Bukan di Jumlah Orang

Ada sebuah perusahaan yang merasa bisnisnya sudah mulai kewalahan.

Order semakin banyak.

Customer semakin banyak.

Pekerjaan semakin menumpuk.

Owner kemudian mengambil kesimpulan:

“Kita kekurangan orang.”

Akhirnya perusahaan merekrut:

3 karyawan baru.

Sebulan kemudian…

Order tetap terlambat.

Customer masih komplain.

Karyawan lama tetap lembur.

Dan yang lebih aneh…

Owner malah semakin pusing.

Kemudian owner merekrut lagi:

2 orang.

Total tambahan:

5 karyawan.

Tetapi masalahnya belum selesai.

Di sinilah kami mulai membongkar bisnis tersebut dengan Wibisono Method.


W — WATCH

Kami tidak langsung menyalahkan karyawan.

Kami melihat alur pekerjaannya.

Ternyata setiap hari ada sekitar:

100 order

yang harus diproses.

Tetapi prosesnya seperti ini:

Customer Order

↓

Admin mencatat

↓

Admin bertanya ke sales

↓

Sales mengecek stok

↓

Sales bertanya gudang

↓

Gudang mengecek barang

↓

Gudang kembali ke sales

↓

Sales kembali ke admin

↓

Admin membuat invoice

↓

Finance mengecek pembayaran

↓

Gudang baru boleh mengirim

Masalahnya bukan orangnya sedikit.

Masalahnya terlalu banyak handover.


I — INVESTIGATE

Kami kemudian menghitung waktu.

Satu order sebenarnya hanya membutuhkan sekitar:

20 menit pekerjaan efektif.

Tetapi karena harus menunggu antarbagian…

Total waktu penyelesaiannya mencapai:

2–3 jam.

Karyawan sebenarnya bekerja.

Tetapi sebagian besar waktu mereka digunakan untuk:

menunggu → bertanya → menunggu → mengonfirmasi → menunggu lagi.


B — BOTTLENECK

Di sini ditemukan bottleneck:

PROCESS BOTTLENECK

Bukan:

“Kurang 5 karyawan.”

Tetapi:

“Alur kerja terlalu panjang dan terlalu banyak keputusan kecil yang harus berpindah antarorang.”

Kalau perusahaan menambah 5 orang lagi…

yang terjadi justru:

lebih banyak orang → lebih banyak komunikasi → lebih banyak handover → lebih banyak potensi kesalahan.


I — IMPROVE

Kami kemudian mengubah prosesnya.

Sebelumnya:

Admin → Sales → Gudang → Finance → Admin → Gudang

Diubah menjadi:

ORDER PROCESSING SYSTEM

Admin memasukkan order ke sistem.

Sistem otomatis mengecek:

stok → harga → diskon → status pembayaran

Kemudian order yang memenuhi syarat langsung masuk ke gudang.

Yang membutuhkan keputusan khusus baru masuk ke supervisor.


S — SYSTEMIZE

Kemudian dibuat:

SOP

Checklist

Approval Matrix

CRM

Inventory System

Dashboard

Setiap orang tahu:

Apa yang harus dikerjakan?

Kapan harus dikerjakan?

Siapa yang bertanggung jawab?

Kapan harus diteruskan ke orang berikutnya?


O — OPTIMIZE

Setelah proses diperbaiki, perusahaan kembali mengukur.

Sebelumnya:

100 order/hari

membutuhkan:

10 orang

Setelah proses diperbaiki:

100 order/hari

bisa ditangani:

7 orang.

Bukan karena 3 orang sebelumnya tidak berguna.

Tetapi karena:

prosesnya sudah lebih efisien.


N — NEXT GROWTH

Setelah kapasitas proses meningkat, perusahaan baru bertanya:

“Kalau order naik menjadi 200 per hari, apakah kita benar-benar perlu menambah orang?”

Jawabannya:

Belum tentu.

Mungkin cukup dengan:

automation → sistem → perubahan workflow → peningkatan produktivitas.

Kalau setelah semua itu kapasitas masih tidak cukup…

barulah menambah SDM menjadi keputusan yang masuk akal.


PELAJARAN PENTING UNTUK OWNER

Ketika bisnis mulai kewalahan, jangan langsung berpikir:

“Tambah orang.”

Tanyakan dulu:

1. Apakah orangnya memang kurang?

2. Atau prosesnya yang terlalu rumit?

3. Berapa banyak waktu yang terbuang karena menunggu?

4. Berapa banyak pekerjaan yang sebenarnya bisa diotomatisasi?

5. Berapa banyak keputusan kecil yang sebenarnya tidak perlu sampai ke owner?

Karena ada dua cara meningkatkan kapasitas bisnis:

CARA 1

Tambah orang.

CARA 2

Membuat orang yang sudah ada menjadi jauh lebih produktif.

Dan sering kali…

CARA 2 lebih murah.


Inilah cara berpikir Wibisono Method:

WATCH
Lihat fakta prosesnya.

↓

INVESTIGATE
Cari penyebab sebenarnya.

↓

BOTTLENECK
Temukan titik yang paling menghambat.

↓

IMPROVE
Perbaiki proses.

↓

SYSTEMIZE
Jadikan proses sebagai sistem.

↓

OPTIMIZE
Ukur dan tingkatkan.

↓

NEXT GROWTH
Baru scale dengan SDM, teknologi, atau ekspansi.

Jangan menambah orang untuk menyelesaikan masalah yang sebenarnya berasal dari proses.

Karena kalau prosesnya buruk…

Menambah orang hanya membuat lebih banyak orang bekerja di dalam sistem yang buruk.

Wibisono Method — Temukan bottleneck-nya. Perbaiki sistemnya. Baru tambah kapasitasnya.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar