S | SYSTEMIZE
90% konsultan berhenti di IMPROVE . Mereka memberi solusi. Klien semangat. Implementasi dua minggu. Lalu... Kembali seperti semula. Kenapa? ...
Banyak bisnis mengejar omzet lebih tinggi dengan menambah modal, iklan, atau karyawan. Padahal, sering kali masalah utamanya adalah kebocoran yang tidak terlihat. Wibisono Method membantu Anda menemukan bottleneck terbesar, mengoptimalkan proses, dan meningkatkan profit melalui tujuh langkah sistematis berbasis data. Perbaiki yang paling penting, lalu tumbuhkan bisnis secara berkelanjutan.
Watch, Investigation, Bottleneck, Improve, Systemize, Optimation, Next Growth, One Page Summary
Profit tidak selalu bertambah dengan menambah modal. Justru, peningkatan terbesar sering datang dari menghilangkan hambatan yang selama ini tersembunyi. Wibisono Method adalah framework diagnosis bisnis yang membantu owner mengidentifikasi bottleneck, menetapkan prioritas perbaikan, membangun sistem, dan menciptakan pertumbuhan yang lebih sehat, terukur, dan berkelanjutan.
Dikembangkan dan Diaplikasikan ke Berbagai Industri
Langkah-langkah dalam Wibisono Method
Wibisono Method: Bedah Bisnis dari Fakta, Bukan Asumsi
Properti & Konstruksi: Developer Perumahan, Kontraktor, Arsitek, Interior, Agen Properti, Supplier Material
Manufaktur: Pabrik Makanan, Pabrik Minuman, Maklon Skincare, Maklon Kosmetik, Pabrik Plastik, Furniture, Garment, Baja, Kimia, Elektronik
Perdagangan (Trading): Distributor, Grosir, Importir, Eksportir, Retail, Toko Bangunan, Toko Elektronik, Marketplace Seller, Reseller
Jasa Profesional: Konsultan, Akuntan, Pengacara, Notaris, Digital Marketing Agency, Software House, Freelancer, EO, Desain Grafis
Kesehatan: Rumah Sakit, Klinik, Laboratorium, Apotek, Dokter Praktik, Fisioterapi, Optik, Dental Clinic
Pendidikan: Sekolah, Universitas, Bimbel, Kursus, Pelatihan, Coaching, LPK, Edutech
Hospitality: Hotel, Villa, Resort, Guest House, Homestay, Wedding Venue
Food & Beverage (F&B): Restoran, Cafe, Bakery, Catering, Franchise Makanan, Cloud Kitchen, Coffee Shop
Transportasi & Logistik: Ekspedisi, Cargo, Rental Mobil, Rental Alat Berat, Kurir, Trucking, Pergudangan
Pertanian: Sawit, Padi, Hortikultura, Hidroponik, Greenhouse, Perkebunan
Peternakan & Perikanan: Ayam, Sapi, Kambing, Burung, Lele, Udang, Budidaya Maggot, Budidaya Ulat Jerman
Teknologi: SaaS, Startup, Artificial Intelligence, Cyber Security, ERP, CRM, Mobile App, Fintech
Keuangan: Bank, Koperasi, Leasing, Multifinance, Asuransi, Investasi
Beauty & Lifestyle: Salon, Barbershop, Spa, Klinik Kecantikan, Nail Art, Lash Studio
Otomotif: Dealer, Bengkel, Body Repair, Sparepart, Cuci Mobil, Modifikasi
Pariwisata: Travel, Umrah, Tour Organizer, Rental Bus, Wisata Alam
Kreatif & Media: Production House, YouTube Agency, Podcast Studio, Percetakan, Advertising, Media Online
Organisasi Non-Profit: Yayasan, LSM, Organisasi Keagamaan, Koperasi Sosial
Watch adalah tahap mengamati kondisi bisnis berdasarkan fakta, bukan asumsi. Seluruh data penting dikumpulkan dan dianalisis, seperti omzet, profit, cash flow, jumlah prospek, tingkat closing, produktivitas karyawan, kapasitas produksi, biaya operasional, kepuasan pelanggan, hingga kondisi pasar. Tujuan tahap ini adalah memperoleh gambaran nyata mengenai kesehatan bisnis tanpa dipengaruhi opini atau perasaan. Seorang konsultan harus mampu melihat pola, menemukan anomali, dan memahami hubungan antar data. Watch menjadi fondasi seluruh proses berikutnya karena keputusan yang tepat hanya dapat diambil apabila diawali dengan pengamatan yang akurat, objektif, dan terukur.
Investigate bertujuan menggali penyebab di balik setiap fakta yang ditemukan pada tahap Watch. Proses ini dilakukan melalui wawancara dengan owner, manajemen, sales, marketing, operasional, keuangan, hingga pelanggan. Selain itu dilakukan observasi langsung terhadap proses kerja, SOP, alur produksi, pelayanan, dan pengambilan keputusan. Tujuannya bukan mencari siapa yang salah, melainkan menemukan akar masalah yang sebenarnya. Tahap ini membantu membedakan antara gejala dan penyebab sehingga solusi yang diberikan tidak hanya memperbaiki permukaan, tetapi menyelesaikan sumber masalah secara menyeluruh dan menghasilkan perubahan yang lebih berkelanjutan.
Setelah seluruh data terkumpul, langkah berikutnya adalah menentukan bottleneck atau hambatan terbesar yang paling membatasi pertumbuhan bisnis. Hampir semua perusahaan memiliki banyak masalah, tetapi tidak semuanya memberikan dampak yang sama. Wibisono Method mengajarkan untuk fokus pada satu hambatan utama yang apabila diselesaikan akan memberikan efek terbesar terhadap peningkatan profit, produktivitas, atau pertumbuhan. Dengan memusatkan sumber daya pada prioritas yang benar, perusahaan dapat menghindari pemborosan waktu, tenaga, dan biaya akibat memperbaiki terlalu banyak hal secara bersamaan tanpa menghasilkan perubahan yang signifikan.
Improve adalah proses merancang solusi berdasarkan prioritas yang telah ditentukan pada tahap Bottleneck. Solusi disusun secara sistematis dengan mempertimbangkan dampak, biaya, kecepatan implementasi, dan kemudahan pelaksanaan. Perbaikan dapat berupa perubahan strategi pemasaran, peningkatan kemampuan sales, efisiensi operasional, perbaikan kualitas produk, penguatan pelayanan pelanggan, maupun penggunaan teknologi. Setiap solusi harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas sehingga hasilnya dapat diukur secara objektif. Tujuan tahap ini bukan hanya memperbaiki masalah saat ini, tetapi menciptakan fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan bisnis di masa depan.
Perbaikan yang berhasil harus diubah menjadi sistem agar hasilnya konsisten dan tidak bergantung pada individu tertentu. Pada tahap Systemize, perusahaan membangun SOP, KPI, dashboard, checklist, template kerja, alur komunikasi, serta otomatisasi menggunakan teknologi atau AI bila diperlukan. Sistem yang baik memastikan setiap proses berjalan dengan standar yang sama meskipun bisnis berkembang atau terjadi pergantian karyawan. Dengan adanya sistem, owner tidak lagi terjebak mengurus pekerjaan operasional setiap hari, tetapi dapat lebih fokus pada strategi, inovasi, dan pengembangan perusahaan secara keseluruhan.
Optimize merupakan proses evaluasi dan penyempurnaan berkelanjutan. Seluruh hasil implementasi diukur menggunakan indikator yang telah ditetapkan sebelumnya. Data baru dibandingkan dengan kondisi awal untuk mengetahui apakah perbaikan benar-benar memberikan dampak terhadap profit, efisiensi, produktivitas, maupun kepuasan pelanggan. Apabila target belum tercapai, dilakukan penyesuaian strategi berdasarkan fakta terbaru. Tahap ini menciptakan budaya continuous improvement sehingga perusahaan tidak berhenti setelah satu kali perbaikan, tetapi terus berkembang melalui evaluasi yang disiplin, terukur, dan berbasis data.
Setelah bisnis berjalan stabil dan sistem telah terbentuk, fokus berikutnya adalah menciptakan pertumbuhan berikutnya. Next Growth membantu perusahaan menyusun strategi ekspansi melalui pembukaan cabang, pengembangan produk baru, diversifikasi pasar, digitalisasi, penggunaan kecerdasan buatan, peningkatan kapasitas produksi, maupun kolaborasi strategis. Setiap peluang dievaluasi berdasarkan potensi keuntungan, risiko, dan kesiapan organisasi. Tujuan tahap ini adalah memastikan perusahaan mampu bertumbuh secara sehat, terencana, dan berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas operasional yang telah dibangun pada tahap sebelumnya.
One Page Summary adalah ringkasan eksekutif yang merangkum seluruh hasil analisis dan rekomendasi dalam satu halaman. Dokumen ini memuat kondisi bisnis, temuan utama pada tahap Watch dan Investigate, bottleneck yang diprioritaskan, solusi yang akan dijalankan, KPI yang digunakan, timeline implementasi, pembagian tanggung jawab, serta target hasil yang ingin dicapai. Dengan format sederhana dan mudah dipahami, seluruh pemangku kepentingan memiliki arah yang sama dalam menjalankan strategi. Ini menjadi panduan eksekusi yang memastikan setiap keputusan tetap fokus pada tujuan peningkatan profit dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Daftar Pertanyaan dalam Wibisono Method
Wibisono Method: Bedah Bisnis dari Fakta, Bukan Asumsi
Nama Pengguna
Pengguna
Lorem Ipsum adalah contoh teks atau dummy dalam industri percetakan dan penataan huruf atau typesetting. Lorem Ipsum telah menjadi standar contoh teks sejak tahun 1500an
Nama Pengguna
Pengguna
Lorem Ipsum adalah contoh teks atau dummy dalam industri percetakan dan penataan huruf atau typesetting. Lorem Ipsum telah menjadi standar contoh teks sejak tahun 1500an
Nama Pengguna
Pengguna
Lorem Ipsum adalah contoh teks atau dummy dalam industri percetakan dan penataan huruf atau typesetting. Lorem Ipsum telah menjadi standar contoh teks sejak tahun 1500an
Nama Pengguna
Pengguna
Lorem Ipsum adalah contoh teks atau dummy dalam industri percetakan dan penataan huruf atau typesetting. Lorem Ipsum telah menjadi standar contoh teks sejak tahun 1500an
Partner Sharing Tema: Digital Marketing dan Business Growth | Pembicara yang berfokus pada strategi pemasaran berbasis Data, Search Engine Optimization (SEO), Meta Ads, serta Optimasi Penjualan.
Selama bertahun-tahun terlibat di industri network marketing, UMKM, affiliate, jasa untuk meningkatkan jumlah prospek, memperbaiki konversi penjualan, membangun sistem pemasaran digital, dan meningkatkan profit.
Yohan juga merupakan pencipta Wibisono Method, sebuah framework diagnosis bisnis yang membantu perusahaan menemukan bottleneck, mengoptimalkan pemasaran, membangun sistem, dan menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Sebagai pembicara, Yohan dikenal dengan gaya penyampaian yang sederhana, aplikatif, dan berorientasi pada implementasi sehingga peserta dapat langsung menerapkan strategi yang dipelajari.
Speaking Topics: Optimasi Penjualan dengan Narasi, Digital Marketing, 3 Pembenahan Diri.
Audience: Pengusaha, UMKM, Developer Properti, Marketing Team, Mahasiswa, Komunitas Bisnis
Mengapa Mengundang Yohan Wibisono?
Materi mudah dipahami dan langsung dapat dipraktikkan.
Menggabungkan SEO, AI, Meta Ads, dan strategi bisnis dalam satu pendekatan.
Berorientasi pada hasil yang terukur, bukan hanya teori.
Menyesuaikan studi kasus dengan industri peserta.
Memberikan langkah implementasi yang dapat diterapkan segera setelah pelatihan.
Pengalaman Berkontribusi
Direktur Marketing MCI (Network Marketing dengan jumlah rekor MURI terbesar).
Manajer Pemasaran Offline Roove Minumal Collagen
Beberapa Perumahan
Support: Sang Plastik Indonesia (Pabrik Plastik), Halim Kontraktor Baja, Djava Lumintu Kontraktor, Tammafood (Pabrik Kulit Kebab), Dalong Biotechnology (Maklon), Tahitian Noni International (MLM Noni Tahiti), CUM (Tripek), dll.
Pengajar Internet Bisnis di STIS SBI
Hubungi

Yohan Wibisono
Yohan Wibisono
Yohan Wibisono