O | OPTIMIZE | Business Performance Optimization Framework
Menurut saya, OPTIMIZE adalah tahap yang paling sulit didefinisikan.
Kenapa?
Karena pada tahap ini tidak ada masalah besar lagi.
Kalau masih banyak masalah, berarti Anda belum selesai di IMPROVE atau SYSTEMIZE.
Jadi pertanyaan di OPTIMIZE bukan lagi:
"Apa yang salah?"
Tetapi:
"Apa yang masih bisa dibuat lebih baik?"
Ini adalah pergeseran mindset yang sangat besar.
Saya justru mengusulkan definisi baru.
IMPROVE
Menghilangkan bottleneck.
SYSTEMIZE
Menjaga agar bottleneck tidak muncul lagi.
OPTIMIZE
Meningkatkan kapasitas sistem tanpa menambah kompleksitas.
Perhatikan.
Bukan sekadar meningkatkan performa.
Tetapi meningkatkan kapasitas.
Karena bisnis yang hebat bukan yang sibuk.
Tetapi yang mampu menghasilkan lebih banyak dengan sumber daya yang relatif sama.
Saya membayangkan Optimize memiliki framework sendiri.
O | OPTIMIZE
Business Performance Optimization Framework
Saya membaginya menjadi 10 area berpikir.
1. PERFORMANCE THINKING
Pertanyaan.
Apakah proses ini sudah mencapai target?
Kalau sudah.
Bisakah menjadi lebih cepat?
Lebih murah?
Lebih sederhana?
Lebih akurat?
Lebih nyaman?
Lebih menguntungkan?
Framework.
Better
↓
Faster
↓
Cheaper
↓
Simpler
↓
Higher Quality
2. CAPACITY THINKING
Ini menurut saya luar biasa penting.
Pertanyaan.
Kalau order besok naik dua kali lipat...
Apa yang pertama kali kewalahan?
Sales?
Gudang?
Mesin?
Customer Service?
HR?
Owner?
Di sinilah bottleneck masa depan mulai terlihat.
3. ELIMINATION THINKING
Saya suka bertanya.
Apa yang sebenarnya tidak perlu dilakukan lagi?
Laporan apa yang tidak pernah dibaca?
Meeting apa yang tidak menghasilkan keputusan?
Approval apa yang tidak memberi nilai tambah?
Aktivitas apa yang hanya menghabiskan waktu?
Menurut saya.
Optimize bukan hanya menambah.
Tetapi mengurangi.
4. AUTOMATION THINKING
Pertanyaan.
Apa yang masih dilakukan manual?
Apa yang berulang?
Apa yang bisa diotomatisasi?
Apa yang sering salah karena manusia?
Apa yang bisa diintegrasikan?
Contoh.
Invoice.
Reminder.
WhatsApp.
CRM.
Dashboard.
Approval.
5. DECISION THINKING
Ini jarang dibahas.
Berapa lama keputusan dibuat?
Berapa keputusan yang tertunda?
Keputusan apa yang masih menunggu owner?
Data apa yang belum tersedia?
Bagaimana membuat keputusan lebih cepat?
6. CUSTOMER VALUE THINKING
Ini favorit saya.
Bagaimana pelanggan bisa lebih puas?
Bagaimana pelanggan lebih cepat mendapatkan hasil?
Bagaimana pelanggan lebih mudah membeli?
Bagaimana pelanggan lebih mudah repeat?
Bagaimana pelanggan lebih mudah mereferensikan?
Optimize seharusnya selalu meningkatkan value pelanggan.
7. RESOURCE THINKING
Bagaimana menghasilkan output lebih besar.
Tanpa.
Menambah orang.
Menambah mesin.
Menambah gedung.
Menambah biaya.
Contohnya.
Mesin sama.
Output naik 20%.
Itulah optimasi.
8. LEARNING THINKING
Pertanyaan.
Apa improvement bulan ini?
Apa eksperimen bulan ini?
Apa yang dipelajari?
Apa yang gagal?
Apa yang berhasil?
Perusahaan yang berhenti belajar.
Biasanya berhenti berkembang.
9. BENCHMARK THINKING
Pertanyaan.
Siapa yang lebih baik?
Kenapa mereka lebih baik?
Apa yang bisa dipelajari?
Apa yang bisa ditiru?
Apa yang tidak perlu ditiru?
10. FUTURE THINKING
Ini menurut saya pembeda terbesar.
Bukan melihat hari ini.
Tetapi.
Apa bottleneck berikutnya?
Apa teknologi berikutnya?
Apa perubahan perilaku pelanggan?
Apa ancaman lima tahun lagi?
Apa peluang lima tahun lagi?
Tetapi saya merasa masih kurang.
Karena WATCH punya pertanyaan.
INVESTIGATE punya pertanyaan.
BOTTLENECK punya pertanyaan.
OPTIMIZE juga harus punya daftar pertanyaan yang khas.
Saya mulai menyusunnya.
OPTIMIZATION QUESTIONS
Area Efisiensi
Apa yang bisa dibuat lebih cepat?
Apa yang bisa dibuat lebih sederhana?
Apa yang bisa dibuat lebih murah?
Apa yang bisa dibuat lebih otomatis?
Apa yang bisa dihilangkan?
Area Kualitas
Apa penyebab variasi hasil?
Bagaimana membuat hasil lebih konsisten?
Bagaimana mengurangi kesalahan?
Bagaimana mengurangi komplain?
Bagaimana meningkatkan pengalaman pelanggan?
Area Produktivitas
Output per orang berapa?
Output per mesin berapa?
Output per jam berapa?
Output per meter persegi berapa?
Output per rupiah investasi berapa?
Area Profit
Produk mana margin tertinggi?
Klien mana margin tertinggi?
Aktivitas mana margin terendah?
Biaya mana paling besar?
Apa yang bisa dinaikkan nilainya?
Area Customer
Bagaimana pelanggan membeli lebih cepat?
Bagaimana pelanggan repeat?
Bagaimana pelanggan referral?
Bagaimana pelanggan membeli produk lain?
Bagaimana meningkatkan CLV?
Area SDM
Siapa top performer?
Mengapa?
Apa kebiasaan mereka?
Bagaimana menularkannya?
Skill apa yang paling kurang?
Area Sistem
Proses mana masih bergantung pada satu orang?
Proses mana paling sering gagal?
Dashboard mana tidak dipakai?
Meeting mana tidak menghasilkan keputusan?
Area Pertumbuhan
Kalau pelanggan naik 30%...
Apa yang rusak duluan?
Kalau buka cabang baru...
Apa yang belum siap?
Kalau owner cuti dua bulan...
Apa yang berhenti?
Dan akhirnya saya menemukan sesuatu yang menurut saya bisa menjadi DNA dari tahap OPTIMIZE.
Framework 5M
Setiap proses di perusahaan harus terus ditingkatkan dalam lima dimensi:
Dimensi | Pertanyaan Utama | Contoh KPI |
More | Bagaimana menghasilkan output lebih banyak? | Output/hari, omzet, pelanggan |
Margin | Bagaimana menghasilkan laba lebih besar? | Gross Margin, Net Margin, Profit per Customer |
Move Faster | Bagaimana mempercepat aliran bisnis? | Lead Time, Response Time, Cycle Time |
Mistake Less | Bagaimana mengurangi kesalahan? | Reject Rate, Complaint Rate, Rework |
Multiply | Bagaimana membuatnya mudah direplikasi? | Waktu onboarding, waktu buka cabang, konsistensi antar tim |
Perhatikan urutannya. Empat dimensi pertama meningkatkan kinerja. Dimensi kelima meningkatkan kemampuan perusahaan untuk bertumbuh.
Saya bahkan membayangkan sebuah "Optimization Review" bulanan.
Bukan rapat membahas masalah, tetapi rapat yang setiap bulan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
Apa yang bulan ini menjadi lebih baik dibanding bulan lalu?
Apa yang masih bisa disederhanakan atau dihilangkan?
Apa yang bisa diotomatisasi?
Di mana kapasitas mulai mendekati batas?
Apa eksperimen yang akan kita jalankan bulan depan?
Apa satu KPI yang paling layak kita dorong naik?
Jika permintaan naik dua kali lipat besok, apa yang pertama kali menjadi bottleneck?
Menurut saya, ini lebih sesuai dengan filosofi WIBISONO METHOD. OPTIMIZE bukan sekadar "memperbaiki", tetapi membangun organisasi yang secara sadar dan rutin mencari cara menjadi sedikit lebih baik setiap bulan. Itu adalah budaya, bukan proyek.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar