Cara Menghitung Profit Bisnis dengan Benar agar Keputusan Bisnis Tidak Dibuat Berdasarkan Perasaan
"Menurut saya produk ini menguntungkan."
"Sepertinya cabang ini bagus."
"Saya merasa marketing ini efektif."
Masalahnya adalah kata-kata seperti menurut saya, sepertinya, dan saya merasa sering menjadi dasar keputusan bisnis.
Padahal bisnis membutuhkan angka.
W – Watch
Hitung profit berdasarkan data.
Catat:
Pendapatan.
HPP.
Biaya marketing.
Gaji.
Sewa.
Logistik.
Komisi.
Administrasi.
Biaya lain.
Kemudian hitung hasil akhirnya.
I – Investigate
Jangan hanya menghitung profit total.
Cari tahu profit berdasarkan unit.
Misalnya:
Profit per produk.
Profit per customer.
Profit per sales.
Profit per cabang.
Profit per channel.
Dengan begitu Anda dapat mengetahui sumber profit sebenarnya.
B – Bottleneck
Misalnya omzet besar ternyata berasal dari customer yang sering meminta diskon.
Atau cabang ramai ternyata memiliki biaya tinggi.
Atau produk terlaris ternyata marginnya kecil.
Inilah informasi yang sering hilang jika owner hanya melihat laporan omzet.
I – Improve
Setelah mengetahui datanya, buat keputusan.
Naikkan harga produk tertentu.
Hentikan produk yang tidak profitable.
Perbaiki marketing channel.
Negosiasikan supplier.
Tingkatkan produktivitas.
S – Systemize
Gunakan laporan rutin.
Buat dashboard yang mudah dibaca.
Owner tidak perlu melihat ratusan angka setiap hari.
Cukup beberapa KPI utama yang benar-benar membantu keputusan.
O – Optimize
Setiap keputusan harus menghasilkan siklus:
Data → Keputusan → Implementasi → Pengukuran → Perbaikan.
Dengan demikian bisnis tidak bergantung pada feeling.
N – Next Growth
Setelah menemukan pola yang profitable, scale pola tersebut.
Jangan scale sesuatu yang belum terbukti.
O – One Page Summary
Keputusan bisnis yang sehat seharusnya menjawab:
Apa faktanya?
Apa penyebabnya?
Apa bottleneck-nya?
Apa solusinya?
Bagaimana sistemnya?
Apa hasilnya?
Bagaimana cara scale?
Jika Anda ingin mengembangkan bisnis berdasarkan angka, bukan sekadar intuisi, mulailah membangun dashboard bisnis sederhana yang menunjukkan hubungan antara omzet, profit, margin, biaya, customer, dan produktivitas.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar