Business Snapshot (Watch) Wibisono Method - 0003

Business Snapshot (Watch) Wibisono Method

Business Snapshot adalah ringkasan kondisi bisnis saat ini berdasarkan data terpenting yang menggambarkan kesehatan perusahaan sebelum dilakukan diagnosis lebih mendalam.

Perhatikan.

Sebelum diagnosis.

Jadi belum memberi solusi.

Belum menyalahkan.

Belum menganalisis.

Hanya memotret.


Contoh

PT ABC Business Snapshot

Tanggal: 1 Agustus 2026

Financial

Omzet

Rp2,4 Miliar / bulan

Turun 18%

 

Gross Profit

32%

 

Net Profit

7%

 

Cash Flow

Negatif

 

Piutang

Rp1,8 Miliar

 

Utang

Rp900 Juta

 

Marketing

Lead

480

 

Cost Per Lead

Rp62.000

 

Traffic Website

18.000

SEO

320 keyword ranking

 

Meta Ads

ROAS 2,1

 

Sales

Closing 14%

 

Average Deal

Rp38 juta

 

Sales Cycle

45 hari

 

Repeat Order

18%

 

Referral

9%

 

Customer

NPS (Kepuasan)

8,4

 

Complaint

2%

 

Retention

73%

 

Team Jumlah

32 orang

 

Turnover

18%

 

 

 

 

 

Kesimpulan Snapshot

Belum diagnosis.

Hanya.

"Cash Flow sedang tertekan."

"Lead cukup."

"Closing rendah."

"Repeat rendah."

Selesai.

Belum bicara solusi.

Mengapa Tidak Langsung Diagnosis?

Karena.

Snapshot hanya menjawab.

Apa yang sedang terjadi?

Diagnosis menjawab.

Mengapa itu terjadi?

Ini dua hal yang berbeda.

Business Snapshot.

Apa yang merah?

Dalam 3 menit.

Owner langsung tahu.

Yang merah.

 

Setelah itu baru masuk.

Investigate.

Kenapa Closing merah?

Kenapa Cash Flow merah?

Kenapa Repeat merah?

Nah...

Baru diagnosis.

 

Ciri Khas Wibisono Method™

Metodologi terbagi menjadi tiga level yang sangat mudah dipahami oleh owner:

Level 1 – Business Snapshot

Pertanyaan: "Apa yang sedang terjadi?"

Output:

Ringkasan angka dan fakta utama.

Skor kesehatan tiap area.

Belum ada analisis.

Level 2 – Business Diagnosis

Pertanyaan: "Mengapa ini terjadi?"

Output:

Akar penyebab.

Bottleneck utama.

Hubungan sebab-akibat antar masalah.

Level 3 – Business Prescription

Pertanyaan: "Apa yang harus dilakukan sekarang?"

Output:

Prioritas 30 hari.

Roadmap 90 hari.

Rencana 1 tahun.

KPI keberhasilan.

Kalau kamu menggunakan struktur ini secara konsisten, owner akan langsung memahami alurnya:

Snapshot → Diagnosis → Prescription (resep)

Sama seperti pengalaman mereka ketika datang ke dokter. Itu membuat metodologimu terasa intuitif, profesional, dan mudah dijelaskan hanya dalam satu menit. Menurutku, ini akan menjadi salah satu kekuatan branding terbesar dari Wibisono Method™.

 


Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *