Cara Agar Omzet Naik Tanpa Harus Terus-Menerus Menambah Produk, Karyawan, atau Cabang Baru
Pertumbuhan bisnis sering disamakan dengan penambahan.
Tambah produk.
Tambah karyawan.
Tambah cabang.
Tambah gudang.
Tambah biaya marketing.
Padahal pertumbuhan juga dapat dilakukan dengan memaksimalkan aset yang sudah dimiliki.
Dalam Wibisono Method, mulailah dari Watch.
Inventarisasi sumber daya yang sudah ada.
Berapa pelanggan aktif?
Berapa database pelanggan lama?
Berapa kapasitas produksi?
Berapa kapasitas sales?
Berapa produk yang sebenarnya paling menguntungkan?
Kemudian Investigate.
Cari sumber daya yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Mungkin database pelanggan lama tidak pernah di-follow-up.
Mungkin kapasitas produksi baru terpakai 60%.
Mungkin produk utama memiliki peluang bundling.
Setelah itu tentukan Bottleneck.
Misalnya ternyata kapasitas produksi cukup tetapi penjualan kurang.
Maka tidak perlu menambah mesin.
Fokus pada marketing dan sales.
Tahap Improve dilakukan pada area tersebut.
Kemudian Systemize agar peluang tidak hilang lagi.
Buat database, reminder follow-up, SOP upselling, dan dashboard.
Setelah itu Optimize.
Ukur hasilnya.
Jika berhasil, masuk ke Next Growth.
Barulah penambahan produk, karyawan, atau cabang dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan nyata.
Dengan cara ini, bisnis tidak tumbuh hanya dengan membakar lebih banyak modal.
Bisnis tumbuh melalui efisiensi dan pemanfaatan aset yang lebih baik.
One Page Summary
Watch: inventarisasi aset yang tersedia.
Investigate: cari aset yang belum maksimal.
Bottleneck: tentukan hambatan utama.
Improve: maksimalkan sumber daya yang ada.
Systemize: buat sistem agar peluang tidak terlewat.
Optimize: ukur produktivitas aset.
Next Growth: tambah aset hanya jika memang diperlukan.
One Page Summary: sebelum menambah sesuatu, maksimalkan dahulu apa yang sudah dimiliki.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar