Cara Menambah Pelanggan untuk Bisnis yang Produk dan Jasanya Sebenarnya Bagus tetapi Kurang Dikenal

“Produk saya sebenarnya bagus, tetapi belum banyak yang tahu.”

Kalimat ini sangat sering muncul dari pemilik bisnis.

Owner merasa kualitas produknya baik.

Pelayanan bagus.

Harga kompetitif.

Bahkan customer yang sudah mencoba sering memberikan respons positif.

Tetapi jumlah pelanggan baru masih terbatas.

Masalahnya mungkin sederhana:

Pasar belum mengenal Anda.

Produk yang bagus tidak akan otomatis mendapatkan pelanggan jika keberadaannya tidak diketahui.

Dalam Wibisono Method, tahap pertama adalah Watch.

Lihat seberapa besar awareness bisnis.

Berapa orang yang menemukan bisnis melalui Google?

Berapa yang melihat media sosial?

Berapa yang mendapatkan rekomendasi?

Berapa traffic website?

Berapa leads yang masuk?

Dari data tersebut kita bisa mengetahui apakah masalahnya benar-benar awareness.

Kemudian masuk ke Investigate.

Cari tahu bagaimana calon customer mencari solusi.

Apakah mereka menggunakan Google?

Media sosial?

Marketplace?

Komunitas?

Referral?

Teman?

Atau bertanya kepada orang yang mereka percaya?

Kesalahan yang sering dilakukan owner adalah mempromosikan bisnis di channel yang disukai owner, bukan di channel yang digunakan customer.

Jika target customer aktif mencari solusi melalui Google, SEO bisa menjadi salah satu strategi.

Jika mereka banyak mengonsumsi video, konten video mungkin lebih relevan.

Jika keputusan pembelian sangat dipengaruhi rekomendasi, referral dan testimonial menjadi penting.

Setelah itu tentukan Bottleneck.

Misalnya produk bagus tetapi hampir tidak memiliki traffic.

Bottleneck berarti berada pada visibility.

Maka jangan buru-buru mengubah produk.

Tingkatkan visibility.

Masuk ke tahap Improve.

Bangun konten yang menjawab pertanyaan customer.

Buat artikel SEO.

Buat video edukasi.

Tampilkan studi kasus.

Publikasikan testimonial.

Tampilkan proses kerja.

Jelaskan keunggulan.

Bangun personal brand.

Semakin sering pasar menemukan bisnis Anda ketika mereka sedang mencari solusi, semakin besar peluang bisnis menjadi pilihan.

Namun visibility saja belum cukup.

Ketika calon customer menemukan Anda, mereka harus mendapatkan alasan untuk percaya.

Karena itu, Systemize menjadi penting.

Buat sistem konten dan sistem bukti.

Misalnya setiap minggu ada konten edukasi.

Setiap proyek selesai menghasilkan dokumentasi.

Setiap customer puas diarahkan untuk memberikan testimonial.

Setiap pertanyaan yang sering muncul dijadikan konten.

Dengan demikian satu pengalaman customer dapat menghasilkan banyak aset marketing.

Selanjutnya masuk ke Optimize.

Ukur sumber customer.

Berapa leads dari SEO?

Berapa dari TikTok?

Berapa dari referral?

Berapa dari Facebook?

Berapa yang akhirnya membeli?

Dari sana Anda akan mengetahui channel yang paling produktif.

Setelah ditemukan, masuk ke Next Growth.

Channel yang berhasil diperbesar.

Konten terbaik direplikasi.

Artikel terbaik dikembangkan.

Testimonial terbaik digunakan dalam iklan.

Referral diperkuat.

Dengan cara tersebut, bisnis yang sebelumnya kurang dikenal dapat membangun kehadiran secara bertahap.

Ingat:

Produk bagus adalah modal.

Tetapi pasar harus mengetahui bahwa produk tersebut ada.

Dan setelah mengetahui, mereka harus memiliki alasan untuk percaya.

One Page Summary

Watch: ukur awareness, traffic, leads, dan customer.
Investigate: cari tahu di mana target market mencari solusi.
Bottleneck: tentukan apakah masalah utamanya visibility atau conversion.
Improve: bangun konten, bukti, testimonial, dan positioning.
Systemize: jadikan konten dan social proof sebagai sistem.
Optimize: ukur channel yang menghasilkan customer.
Next Growth: scale channel terbaik.
One Page Summary: produk bagus membutuhkan visibility dan trust agar dapat ditemukan serta dipilih pasar.

Jika bisnis Anda memiliki produk atau jasa yang benar-benar bagus tetapi belum banyak dikenal, jangan langsung mengubah produk. Bisa jadi yang perlu dibangun terlebih dahulu adalah mesin agar pasar menemukan, mengenal, dan mempercayai bisnis Anda.



Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar