Cara Mencari Pelanggan Baru dengan Menentukan Target Market Sebelum Menghabiskan Budget Promosi

Salah satu kesalahan paling mahal dalam marketing adalah beriklan kepada semua orang.

Owner sering berkata:

“Produk saya bisa digunakan siapa saja.”

Secara teori terdengar bagus.

Tetapi dalam marketing, target yang terlalu luas justru dapat membuat pesan menjadi tidak tajam.

Akibatnya budget promosi habis sementara customer yang datang tidak sesuai harapan.

Karena itu, mencari pelanggan baru seharusnya dimulai dari menentukan target market.

Dalam Wibisono Method, tahap pertama adalah Watch.

Lihat customer yang sudah ada.

Siapa yang paling sering membeli?

Siapa yang paling mudah closing?

Siapa yang memberikan repeat order?

Siapa yang menghasilkan profit terbesar?

Siapa yang paling puas?

Data tersebut dapat membantu menemukan pola customer ideal.

Kemudian lakukan Investigate.

Cari tahu karakteristik mereka.

Apa masalah mereka?

Apa tujuan mereka?

Apa yang membuat mereka membeli?

Apa yang membuat mereka ragu?

Di mana mereka mencari informasi?

Siapa yang memengaruhi keputusan mereka?

Semakin dalam pemahaman tersebut, semakin mudah membuat pesan marketing.

Kemudian tentukan Bottleneck.

Misalnya bisnis mendapatkan banyak leads tetapi sebagian besar tidak mampu membeli.

Maka masalahnya mungkin bukan sales.

Target market-nya terlalu luas atau salah.

Tahap Improve berarti memperbaiki targeting.

Pisahkan antara orang yang sekadar tertarik dengan orang yang benar-benar memiliki kebutuhan dan kemampuan membeli.

Misalnya sebuah jasa premium membutuhkan customer dengan budget tertentu.

Tidak ada manfaatnya menghabiskan seluruh budget iklan kepada audience yang sejak awal tidak sesuai.

Marketing yang baik bukan hanya menghasilkan banyak leads.

Marketing yang baik menghasilkan qualified leads.

Setelah targeting lebih jelas, masuk ke Systemize.

Buat customer persona.

Misalnya:

Masalah utama.

Kebutuhan.

Kemampuan membeli.

Kebiasaan mencari informasi.

Keberatan.

Trigger pembelian.

Kemudian buat konten berdasarkan persona tersebut.

Jika target market Anda adalah owner bisnis yang mengalami omzet stagnan, buat konten tentang omzet stagnan.

Jika targetnya owner yang memiliki banyak leads tetapi closing rendah, buat konten tentang conversion.

Dengan demikian calon customer merasa:

“Ini seperti masalah bisnis saya.”

Itulah kekuatan positioning yang spesifik.

Selanjutnya lakukan Optimize.

Bandingkan performa setiap segmen.

Target mana yang paling banyak closing?

Target mana yang menghasilkan profit?

Target mana yang paling banyak repeat order?

Setelah menemukan segmen terbaik, masuk ke Next Growth.

Budget promosi dapat diarahkan lebih banyak ke segmen tersebut.

Audience diperluas secara bertahap.

Pesan marketing diperbanyak.

Channel baru diuji.

Namun semuanya tetap berdasarkan data.

One Page Summary

Watch: analisis customer yang sudah ada.
Investigate: pahami karakteristik dan kebutuhan mereka.
Bottleneck: temukan masalah targeting.
Improve: tentukan customer ideal.
Systemize: buat persona dan sistem komunikasi.
Optimize: ukur kualitas leads dan profit.
Next Growth: scale segmen terbaik.
One Page Summary: sebelum memperbesar budget promosi, pastikan Anda tahu siapa yang paling layak menjadi customer.

Kalau budget marketing terasa semakin besar tetapi customer yang datang tidak sesuai target, jangan langsung menambah budget. Bisa jadi yang perlu diperbaiki justru siapa yang Anda target dan pesan apa yang Anda sampaikan kepada mereka.



Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar