Cara Mendapatkan Pelanggan Baru tanpa Mengabaikan Potensi Besar dari Customer Lama
Banyak pemilik bisnis menghabiskan sebagian besar energi untuk mencari pelanggan baru.
Setiap hari membuat konten. Menjalankan iklan. Membuat promo. Menghubungi calon customer. Mengikuti berbagai event. Bahkan tidak sedikit owner yang rela mengeluarkan budget marketing semakin besar demi mendapatkan leads baru.
Namun ada satu aset bisnis yang sering justru terlupakan: customer lama.
Padahal, customer lama sudah pernah mengenal bisnis Anda. Mereka sudah pernah mencoba produk atau jasa Anda. Mereka sudah mengetahui kualitas pelayanan. Bahkan sebagian mungkin sudah memiliki kepercayaan kepada bisnis Anda.
Inilah alasan mengapa strategi mendapatkan pelanggan baru seharusnya tidak membuat bisnis melupakan pelanggan yang sudah dimiliki.
Dalam Wibisono Method, langkah pertama adalah Watch.
Owner perlu melihat angka secara menyeluruh.
Berapa jumlah customer baru setiap bulan?
Berapa jumlah customer lama?
Berapa yang melakukan pembelian ulang?
Berapa rata-rata nilai transaksi customer lama dibandingkan customer baru?
Berapa banyak customer yang sudah lama tidak melakukan transaksi?
Dari angka tersebut, sering kali muncul peluang yang tidak disadari.
Misalnya sebuah bisnis memiliki database 5.000 customer. Tetapi hanya 500 yang masih aktif melakukan pembelian.
Artinya ada ribuan orang yang sebenarnya sudah mengenal bisnis tersebut tetapi tidak lagi bertransaksi.
Sebelum menghabiskan seluruh budget untuk mencari customer baru, mengapa tidak mencari tahu terlebih dahulu apa yang terjadi pada customer lama?
Inilah tahap Investigate.
Cari tahu mengapa mereka berhenti.
Apakah produk tidak lagi relevan?
Apakah tidak pernah di-follow-up?
Apakah mereka tidak mengetahui produk baru?
Apakah pengalaman pelayanan kurang baik?
Atau mereka hanya lupa bahwa bisnis Anda masih menyediakan solusi yang mereka butuhkan?
Setelah itu tentukan Bottleneck.
Misalnya ternyata masalah terbesar adalah tidak adanya sistem komunikasi dengan customer lama.
Maka tidak perlu langsung menambah budget iklan.
Perbaiki terlebih dahulu hubungan dengan database yang sudah dimiliki.
Masuk ke tahap Improve.
Customer lama dapat diberikan informasi yang relevan, rekomendasi produk, program loyalitas, penawaran khusus, edukasi, atau reminder pembelian kembali.
Namun jangan menjadikan database customer hanya sebagai daftar nomor WhatsApp untuk dikirimi promo.
Bangun komunikasi berdasarkan kebutuhan.
Misalnya customer sebelumnya membeli produk tertentu. Setelah beberapa waktu, Anda dapat menghubungi mereka dengan informasi yang relevan mengenai penggunaan, perawatan, produk pelengkap, atau kebutuhan berikutnya.
Kemudian masuk ke tahap Systemize.
Database customer harus dikelompokkan.
Customer baru.
Customer aktif.
Customer lama.
Customer dengan nilai transaksi tinggi.
Customer yang sudah lama tidak membeli.
Customer yang pernah membeli produk tertentu.
Dengan segmentasi tersebut, komunikasi dapat menjadi jauh lebih relevan.
CRM dapat membantu mencatat riwayat pembelian dan jadwal follow-up.
AI juga dapat membantu membuat draft komunikasi berdasarkan segmen customer.
Selanjutnya lakukan Optimize.
Ukur repeat order, revenue per customer, customer retention, dan profit.
Jangan hanya mengukur berapa banyak pesan yang dikirim.
Pesan bukan tujuan.
Transaksi dan hubungan jangka panjanglah yang menjadi hasil.
Setelah sistem customer lama mulai sehat, barulah masuk ke Next Growth.
Marketing untuk mendapatkan customer baru tetap dijalankan.
Namun sekarang bisnis mempunyai dua mesin pertumbuhan:
Customer Acquisition untuk mendapatkan pelanggan baru.
Customer Retention untuk mempertahankan dan mengembangkan nilai pelanggan lama.
Kombinasi keduanya jauh lebih kuat daripada hanya mengejar pelanggan baru.
Bayangkan sebuah bisnis terus mendapatkan 100 customer baru setiap bulan tetapi kehilangan 90 customer lama.
Bisnis terlihat tumbuh, tetapi sebenarnya hanya berjalan di tempat.
Sebaliknya, jika customer baru bertambah dan customer lama terus kembali membeli, pertumbuhan bisnis menjadi jauh lebih sehat.
One Page Summary
W — Watch: lihat customer baru dan customer lama.
I — Investigate: cari tahu mengapa customer lama berhenti membeli.
B — Bottleneck: temukan hambatan terbesar dalam retention.
I — Improve: perbaiki komunikasi dan pengalaman customer.
S — Systemize: bangun database, segmentasi, CRM, dan follow-up.
O — Optimize: ukur repeat order dan nilai customer.
N — Next Growth: jalankan acquisition dan retention secara bersamaan.
O — One Page Summary: mencari customer baru penting, tetapi jangan sampai bisnis kehilangan pelanggan lama yang sebenarnya masih memiliki potensi besar.
Jika bisnis Anda terus mengeluarkan biaya untuk mencari pelanggan baru tetapi database pelanggan lama hampir tidak pernah disentuh, mungkin ada potensi omzet yang sedang tidur di dalam bisnis Anda sendiri. Inilah salah satu hal yang menarik untuk dibedah sebelum owner memutuskan menambah budget marketing.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar