Cara Menghitung Profit Usaha agar Owner Tidak Terkecoh antara Uang Masuk, Omzet, dan Keuntungan
Salah satu kesalahan dasar dalam bisnis adalah menganggap uang masuk sebagai keuntungan.
Padahal:
Uang masuk ≠ omzet ≠ profit.
Ketiganya berbeda.
Memahami perbedaannya sangat penting agar owner tidak mengambil keputusan berdasarkan saldo rekening semata.
W – Watch
Misalnya dalam satu bulan rekening bisnis menerima Rp300 juta.
Apakah itu profit?
Belum tentu.
Rp300 juta tersebut bisa merupakan omzet.
Di baliknya ada HPP, gaji, sewa, marketing, listrik, transportasi, pajak, komisi, dan berbagai biaya lainnya.
I – Investigate
Gunakan struktur sederhana.
Omzet – HPP = Gross Profit
Kemudian:
Gross Profit – Operating Expenses = Operating Profit
Setelah memperhitungkan biaya lain yang relevan:
Profit bersih = seluruh pendapatan – seluruh biaya yang dibebankan pada periode tersebut.
Jadi jangan mengambil uang dari rekening bisnis hanya karena saldo terlihat besar.
B – Bottleneck
Masalah yang sering terjadi adalah owner tidak memiliki pemisahan antara:
uang bisnis;
uang pribadi;
uang untuk supplier;
uang untuk pajak;
uang untuk gaji;
uang untuk kebutuhan operasional.
Akibatnya saldo rekening dianggap sebagai profit.
I – Improve
Buat pencatatan sederhana.
Setiap transaksi harus masuk kategori.
Contohnya:
Pendapatan Rp300 juta.
HPP Rp180 juta.
Gross Profit Rp120 juta.
Biaya operasional Rp80 juta.
Profit operasional Rp40 juta.
Jika ada biaya lain Rp10 juta, maka profit setelah biaya tersebut menjadi Rp30 juta.
Angka inilah yang jauh lebih relevan untuk keputusan bisnis.
S – Systemize
Buat laporan bulanan.
Minimal:
omzet;
HPP;
gross profit;
operating expenses;
net profit;
margin.
Pisahkan rekening jika diperlukan.
Buat budget.
Tentukan batas pengambilan owner.
O – Optimize
Bandingkan profit bulan ini dengan bulan lalu.
Jika omzet naik tetapi profit turun, cari penyebabnya.
Jika omzet turun tetapi profit naik, jangan otomatis menganggap bisnis memburuk.
Bisa jadi perusahaan justru menjadi lebih efisien.
N – Next Growth
Dengan laporan yang benar, owner dapat membuat keputusan yang lebih rasional.
Misalnya:
Apakah harga harus naik?
Apakah produk tertentu harus dihentikan?
Apakah marketing perlu ditambah?
Apakah karyawan perlu ditambah?
Apakah cabang baru layak dibuka?
Semua berdasarkan angka.
O – One Page Summary
Uang masuk: arus kas yang diterima.
Omzet: total penjualan.
Gross Profit: omzet dikurangi HPP.
Net Profit: pendapatan dikurangi seluruh biaya yang relevan.
Margin: profit dibandingkan omzet.
Jangan membuat keputusan bisnis berdasarkan saldo rekening saja.
Jika Anda ingin mengetahui apakah bisnis Anda benar-benar menghasilkan keuntungan atau hanya menghasilkan perputaran uang yang besar, langkah pertama adalah membedakan dengan jelas antara cash flow, omzet, gross profit, dan net profit.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar