Cara Meningkatkan Closing Sales dengan Mengidentifikasi Keberatan Customer Sebelum Mereka Menghilang
Customer yang menghilang setelah mendapatkan penawaran sering dianggap sebagai lost customer.
Padahal belum tentu.
Mungkin mereka masih tertarik tetapi memiliki keberatan yang belum terjawab.
Masalahnya, sales sering baru mengetahui keberatan ketika customer sudah berhenti merespons.
Padahal keberatan tersebut sebenarnya dapat diprediksi.
Watch
Mulai dengan mengumpulkan data customer yang gagal closing.
Apa yang mereka katakan?
Kapan mereka berhenti merespons?
Setelah harga?
Setelah proposal?
Setelah meeting?
Setelah negosiasi?
Catat semuanya.
Investigate
Cari pola.
Misalnya sebagian besar customer menghilang setelah melihat harga.
Jangan langsung menyimpulkan harga terlalu mahal.
Gali lebih dalam.
Mungkin mereka tidak memahami isi paket.
Mungkin mereka membandingkan dengan kompetitor.
Mungkin mereka takut mengambil risiko.
Mungkin mereka belum yakin dengan hasil.
Bottleneck
Jika keberatan yang dominan adalah kepercayaan, maka trust menjadi bottleneck.
Solusinya bukan otomatis diskon.
Tambahkan bukti.
Studi kasus.
Testimonial.
Portofolio.
Proses kerja.
Garansi jika memang tersedia.
Penjelasan risiko dan mitigasi.
Improve
Lebih baik lagi jika keberatan dijawab sebelum customer bertanya.
Jika banyak customer khawatir tentang harga, halaman penawaran harus menjelaskan value.
Jika mereka khawatir tentang hasil, tampilkan studi kasus.
Jika mereka takut proses rumit, jelaskan tahapan kerja.
Dengan demikian customer memasuki percakapan dengan tingkat keyakinan yang lebih tinggi.
Systemize
Buat database objection.
Misalnya:
Harga.
Kualitas.
Waktu.
Garansi.
Kepercayaan.
Kompetitor.
Approval.
Setiap kategori memiliki respons dan bukti pendukung.
Sales juga harus memiliki pertanyaan untuk menggali keberatan sebenarnya.
Optimize
Ukur apakah sistem tersebut meningkatkan closing.
Bandingkan conversion rate sebelum dan sesudah.
Perhatikan juga berapa banyak customer yang sebelumnya hilang tetapi berhasil diaktifkan kembali.
Next Growth
Data keberatan customer kemudian dapat menjadi bahan marketing.
Jika customer sering bertanya:
“Apakah benar hasilnya seperti itu?”
Buat konten yang menjawab pertanyaan tersebut.
Jika banyak bertanya:
“Kenapa harganya lebih mahal?”
Buat konten yang menjelaskan perbedaan kualitas dan value.
Dengan demikian marketing dan sales saling memperkuat.
One Page Summary
Watch: catat kapan dan mengapa customer berhenti.
Investigate: gali keberatan yang sebenarnya.
Bottleneck: tentukan keberatan paling dominan.
Improve: jawab keberatan sebelum customer menghilang.
Systemize: buat objection handling database.
Optimize: ukur dampak terhadap closing.
Next Growth: ubah keberatan menjadi materi marketing.
One Page Summary: customer yang menghilang sering kali bukan tidak tertarik; bisa jadi ada keberatan yang belum berhasil diselesaikan.
Jika tim sales Anda sudah melakukan banyak follow-up tetapi customer tetap menghilang, mungkin masalahnya bukan kurang banyak follow-up.
Bisa jadi tim belum mengetahui apa yang sebenarnya menghambat customer mengambil keputusan.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar