Cara Meningkatkan Jumlah Customer dengan Memperbaiki Kepercayaan dan Pengalaman Sebelum Customer Membeli

Customer tidak hanya membeli produk.

Mereka membeli keyakinan bahwa keputusan mereka benar.

Itulah mengapa dua bisnis yang menjual produk serupa dapat menghasilkan penjualan yang sangat berbeda.

Salah satunya dipercaya.

Yang lainnya tidak.

Kepercayaan menjadi sangat penting terutama ketika harga produk cukup tinggi, proses pembelian kompleks, atau customer belum pernah mengenal bisnis Anda.

Dalam Wibisono Method, tahap pertama adalah Watch.

Lihat di mana calon customer berhenti.

Apakah mereka melihat konten tetapi tidak bertanya?

Apakah mereka bertanya tetapi tidak membeli?

Apakah mereka meminta proposal tetapi menghilang?

Apakah mereka membandingkan dengan kompetitor?

Data tersebut membantu melihat di mana trust menjadi masalah.

Kemudian Investigate.

Cari tahu apa yang membuat customer ragu.

Apakah takut hasil tidak sesuai?

Takut ditipu?

Takut kualitas buruk?

Tidak yakin dengan pengalaman perusahaan?

Tidak memahami proses?

Tidak mengetahui siapa yang mengerjakan?

Setelah itu tentukan Bottleneck.

Misalnya customer sebenarnya tertarik tetapi tidak menemukan bukti bahwa bisnis Anda mampu memberikan hasil.

Maka masalah utamanya adalah trust.

Tahap Improve dapat dilakukan dengan memperkuat bukti.

Testimonial.

Studi kasus.

Portofolio.

Dokumentasi proses.

Profil tim.

Sertifikasi jika relevan.

Garansi jika memang tersedia.

FAQ.

Konten edukasi.

Bukti tersebut harus ditempatkan pada perjalanan customer, bukan hanya disimpan di satu halaman.

Misalnya customer baru pertama kali mengenal bisnis.

Berikan edukasi.

Ketika mulai mempertimbangkan.

Berikan studi kasus.

Ketika sudah bertanya.

Berikan penjelasan proses dan bukti.

Ketika hampir membeli.

Berikan informasi yang membantu mengurangi risiko.

Kemudian masuk ke Systemize.

Buat standar pengalaman customer.

Response time.

Cara menjawab pertanyaan.

Cara memberikan proposal.

Cara melakukan follow-up.

Cara menangani komplain.

Cara meminta testimonial.

Dengan sistem tersebut, pengalaman customer tidak bergantung pada siapa yang sedang melayani.

Selanjutnya Optimize.

Ukur conversion rate sebelum dan sesudah perbaikan.

Apakah jumlah customer meningkat?

Apakah waktu closing lebih cepat?

Apakah jumlah keberatan berkurang?

Apakah repeat order meningkat?

Jika ya, berarti pengalaman dan trust memberikan dampak nyata.

Kemudian masuk ke Next Growth.

Customer yang puas dapat menjadi sumber referral.

Testimonial dapat menjadi aset marketing.

Studi kasus dapat menjadi konten.

Dengan demikian satu customer tidak hanya menghasilkan satu transaksi.

Ia dapat membantu mendatangkan customer berikutnya.

One Page Summary

Watch: lihat perjalanan customer sebelum membeli.
Investigate: cari alasan mereka ragu.
Bottleneck: tentukan masalah trust terbesar.
Improve: tambahkan bukti dan perbaiki pengalaman.
Systemize: buat standar pelayanan dan customer journey.
Optimize: ukur conversion dan kepuasan.
Next Growth: manfaatkan testimonial dan referral.
One Page Summary: semakin besar risiko yang dirasakan customer, semakin besar kebutuhan bisnis untuk membangun kepercayaan sebelum meminta keputusan pembelian.

Jika produk Anda sebenarnya bagus tetapi calon customer masih ragu, jangan buru-buru memberikan diskon. Bisa jadi yang mereka butuhkan bukan harga lebih murah, tetapi alasan yang lebih kuat untuk percaya.



Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar