Cara Meningkatkan Omzet Penjualan dengan Menemukan Titik Kebocoran dalam Proses Marketing dan Closing

Banyak owner melihat omzet sebagai sebuah angka akhir. Padahal omzet sebenarnya merupakan hasil dari rangkaian proses yang panjang.

Ada orang yang melihat iklan, mengunjungi website, mengirim WhatsApp, bertanya kepada admin, menerima penawaran, melakukan follow-up, kemudian akhirnya membeli.

Jika salah satu bagian mengalami kebocoran, omzet ikut terdampak.

Itulah mengapa salah satu cara meningkatkan omzet penjualan adalah menemukan titik kebocoran.

Dalam Wibisono Method, proses ini dimulai dengan Watch.

Owner perlu membuat gambaran funnel penjualan.

Misalnya terdapat 10.000 orang yang melihat promosi, 1.000 orang menghubungi, 300 menjadi prospek serius, 100 menerima penawaran, dan 20 melakukan pembelian.

Angka tersebut memberikan gambaran yang jauh lebih jelas daripada sekadar melihat omzet.

Tahap berikutnya adalah Investigate.

Mengapa dari 1.000 chat hanya 300 yang menjadi prospek? Mengapa dari 100 penawaran hanya 20 yang membeli?

Jawabannya bisa bermacam-macam.

Mungkin respons admin lambat. Mungkin informasi harga tidak jelas. Bisa juga sales kurang mampu menggali kebutuhan calon pelanggan.

Setelah itu tentukan Bottleneck.

Jika masalah terbesar berada pada proses closing, jangan menghabiskan waktu memperbaiki desain iklan terlebih dahulu.

Fokuskan energi pada closing.

Masuk ke tahap Improve dengan memperbaiki script penjualan, teknik menggali kebutuhan, presentasi produk, objection handling, dan follow-up.

Kemudian Systemize seluruh proses tersebut.

Setiap leads harus memiliki status. Setiap calon pelanggan harus mempunyai jadwal follow-up. Sales perlu memiliki SOP yang jelas.

Setelah itu lakukan Optimize.

Ukur conversion rate secara berkala.

Jika conversion rate naik dari 2% menjadi 4%, bisnis bisa mendapatkan peningkatan transaksi tanpa harus menggandakan jumlah leads.

Kemudian masuk ke Next Growth.

Setelah funnel lebih sehat, barulah volume marketing diperbesar.

Jadi, sebelum mencari lebih banyak pelanggan, tanyakan terlebih dahulu:

"Berapa banyak calon pelanggan yang sebenarnya sudah kita miliki tetapi hilang di tengah proses?"

Pertanyaan tersebut sering kali membuka peluang omzet yang selama ini tidak terlihat.

One Page Summary

Watch: petakan funnel marketing sampai closing.
Investigate: cari penyebab setiap penurunan.
Bottleneck: pilih kebocoran terbesar.
Improve: perbaiki titik tersebut.
Systemize: buat SOP funnel dan follow-up.
Optimize: ukur conversion rate.
Next Growth: tambah volume setelah kebocoran berkurang.
One Page Summary: omzet dapat tumbuh dengan memperbaiki kebocoran sebelum menambah traffic.



Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar