Cara Meningkatkan Penjualan Produk Tanpa Selalu Mengandalkan Diskon Besar yang Mengurangi Profit
Diskon memang menarik perhatian.
Tetapi jika setiap kali penjualan turun Anda memberikan diskon, lama-kelamaan customer bisa belajar satu hal:
“Tunggu saja sampai ada diskon.”
Akibatnya bisnis masuk ke dalam perang harga.
Omzet mungkin naik sesaat, tetapi profit semakin tertekan.
Karena itu, cara meningkatkan penjualan produk tidak harus selalu melalui potongan harga.
Gunakan pendekatan Wibisono Method.
Watch
Lihat data penjualan.
Produk mana yang paling banyak terjual?
Produk mana yang menghasilkan margin terbesar?
Berapa rata-rata nilai transaksi?
Berapa banyak customer membeli lebih dari satu produk?
Data ini akan menunjukkan peluang yang mungkin tidak terlihat.
Investigate
Cari tahu alasan customer membeli.
Apakah karena harga?
Kemudahan?
Kualitas?
Kecepatan?
Merek?
Hasil?
Pelayanan?
Jika ternyata customer membeli karena hasil produk, maka jangan menjadikan harga sebagai pusat komunikasi.
Komunikasikan hasil dan manfaat.
Bottleneck
Misalnya ternyata produk sebenarnya memiliki keunggulan tetapi customer tidak memahaminya.
Bottleneck berada pada value proposition.
Memberikan diskon tidak menyelesaikan masalah tersebut.
Customer tetap tidak memahami mengapa produk Anda lebih baik.
Improve
Perbaiki penawaran.
Contohnya bukan:
“Diskon 20%!”
Tetapi:
“Paket lengkap untuk kebutuhan X, terdiri dari A, B, dan C, sehingga customer tidak perlu membeli secara terpisah.”
Anda dapat menggunakan bundling.
Atau membuat paket Basic, Premium, dan Exclusive.
Dengan pilihan tersebut, customer tidak hanya membandingkan harga satu produk.
Mereka membandingkan nilai yang mereka dapatkan.
Teknik lain adalah upselling.
Customer yang membeli produk dasar dapat ditawarkan versi yang lebih lengkap jika memang relevan.
Cross-selling juga dapat digunakan untuk menawarkan produk pendamping.
Systemize
Sales perlu memiliki aturan.
Kapan menawarkan bundling?
Kapan menawarkan premium?
Kapan menawarkan produk tambahan?
Jangan biarkan strategi hanya berada di kepala owner.
Optimize
Ukur bukan hanya omzet.
Ukur profit per transaksi.
Sebab omzet Rp100 juta dengan margin 5% belum tentu lebih baik daripada omzet Rp80 juta dengan margin 20%.
Bisnis harus mengejar omzet yang berkualitas.
Next Growth
Jika struktur penawaran sudah terbukti, Anda dapat memperluasnya ke lebih banyak channel.
Barulah bisnis tumbuh tanpa harus bergantung pada diskon.
Diskon boleh digunakan.
Tetapi diskon seharusnya menjadi alat strategi, bukan napas utama bisnis.
One Page Summary
Watch: lihat penjualan dan margin.
Investigate: pahami alasan customer membeli.
Bottleneck: temukan hambatan nilai produk.
Improve: perbaiki positioning, bundling, upselling, dan penawaran.
Systemize: buat SOP penawaran.
Optimize: ukur omzet sekaligus profit.
Next Growth: scale penawaran yang terbukti.
One Page Summary: tingkatkan persepsi nilai sebelum menurunkan harga.
Jika bisnis Anda hanya bisa menjual ketika memberikan diskon, mungkin yang perlu diperbaiki bukan harga produknya, tetapi cara bisnis tersebut mengomunikasikan nilai.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar