Kenapa Omzet Turun Padahal Promosi Semakin Gencar? Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Strategi Bisnis

Promosi semakin banyak tetapi omzet justru menurun.

Kondisi ini terdengar aneh, tetapi sebenarnya cukup logis.

Karena lebih banyak promosi tidak selalu berarti lebih banyak penjualan.

Bisa saja bisnis mendapatkan banyak leads yang kualitasnya rendah.

Bisa juga iklan menarik banyak orang yang tidak sesuai target pasar.

Atau promosi menghasilkan traffic tetapi proses closing tidak mampu mengubahnya menjadi transaksi.

Dalam Wibisono Method, analisis dimulai dari Watch.

Jangan hanya melihat jumlah impressions, views, klik, atau chat.

Lihat sampai ke transaksi dan profit.

Kemudian Investigate.

Bandingkan kualitas leads dari setiap channel.

Mana yang menghasilkan pembelian?

Mana yang hanya menghasilkan pertanyaan?

Setelah itu tentukan Bottleneck.

Misalnya Facebook menghasilkan 1.000 chat tetapi hanya 10 transaksi, sementara channel lain menghasilkan 100 chat tetapi 20 transaksi.

Berarti jumlah chat bukan indikator utama.

Kualitas leads dan conversion lebih penting.

Tahap Improve dapat dilakukan dengan memperbaiki targeting, penawaran, landing page, script admin, dan follow-up.

Kemudian Systemize.

Buat sistem untuk memberikan label kepada leads berdasarkan kualitas dan sumbernya.

Selanjutnya Optimize dengan menghitung cost per acquisition dan profit dari masing-masing channel.

Jika ditemukan channel yang lebih menguntungkan, bisnis dapat masuk ke Next Growth dengan meningkatkan investasi di channel tersebut.

Jadi, jangan bertanya:

"Berapa banyak orang yang melihat promosi kita?"

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

"Berapa banyak uang yang dihasilkan dari promosi tersebut?"

One Page Summary

Watch: ukur marketing sampai profit.
Investigate: analisis kualitas setiap channel.
Bottleneck: cari titik kegagalan funnel.
Improve: perbaiki targeting dan conversion.
Systemize: buat tracking leads.
Optimize: ukur CAC, conversion, dan profit.
Next Growth: scale channel yang menguntungkan.
One Page Summary: promosi harus dinilai dari kontribusinya terhadap omzet dan profit, bukan hanya aktivitas.



Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar