Strategi Mendapatkan Pelanggan yang Tepat agar Bisnis Tidak Hanya Ramai Bertanya tetapi Minim Pembelian
Banyak owner merasa senang ketika WhatsApp mulai ramai.
Pertanyaan masuk.
Orang meminta katalog.
Banyak yang bertanya harga.
Namun setelah beberapa hari, owner menyadari bahwa hanya sedikit yang membeli.
Ini adalah tanda bahwa bisnis mungkin memiliki masalah pada kualitas leads.
Mendapatkan banyak pelanggan potensial tidak sama dengan mendapatkan banyak calon customer yang tepat.
Dalam Wibisono Method, tahap pertama adalah Watch.
Lihat dari mana leads berasal.
Berapa jumlah leads dari setiap channel?
Berapa yang qualified?
Berapa yang membeli?
Berapa nilai transaksinya?
Berapa profit yang dihasilkan?
Misalnya iklan A menghasilkan 1.000 leads tetapi hanya 10 transaksi.
Iklan B menghasilkan 200 leads tetapi 30 transaksi.
Jika hanya melihat jumlah leads, iklan A terlihat lebih bagus.
Tetapi jika melihat customer, iklan B jauh lebih berkualitas.
Inilah pentingnya Investigate.
Cari tahu karakteristik leads yang benar-benar membeli.
Apakah mereka memiliki masalah tertentu?
Rentang budget tertentu?
Lokasi tertentu?
Jenis bisnis tertentu?
Kebutuhan tertentu?
Semakin jelas karakteristiknya, semakin mudah marketing mencari customer yang serupa.
Kemudian tentukan Bottleneck.
Jika leads banyak tetapi closing rendah, jangan otomatis menyalahkan sales.
Bisa jadi marketing mendatangkan orang yang salah.
Tahap Improve dilakukan dengan memperbaiki targeting dan pesan.
Gunakan bahasa yang menyaring.
Misalnya jika jasa Anda premium, jelaskan secara terbuka siapa yang cocok dan siapa yang tidak.
Ini mungkin mengurangi jumlah leads.
Tetapi justru meningkatkan kualitas leads.
Marketing tidak harus membuat semua orang tertarik.
Marketing harus membuat orang yang tepat tertarik.
Setelah itu masuk ke Systemize.
Setiap leads diberi kategori.
Cold.
Warm.
Hot.
Qualified.
Unqualified.
Sales dapat memprioritaskan leads yang memiliki kemungkinan closing lebih tinggi.
CRM membantu proses tersebut.
Kemudian Optimize.
Ukur bukan hanya cost per lead.
Ukur cost per customer.
Lebih jauh lagi, ukur profit per customer.
Sebab leads murah belum tentu menghasilkan bisnis murah.
Kadang leads mahal justru lebih menguntungkan.
Setelah sistem berjalan, masuk ke Next Growth.
Scale sumber leads berkualitas.
Buat lebih banyak konten untuk segmen tersebut.
Perkuat testimonial dari customer ideal.
Bangun referral.
Tingkatkan budget pada channel yang terbukti.
Dengan cara ini bisnis tidak lagi mengejar “ramai”.
Bisnis mengejar relevan.
One Page Summary
Watch: ukur sumber dan kualitas leads.
Investigate: cari karakteristik customer yang benar-benar membeli.
Bottleneck: tentukan apakah masalah ada pada kualitas leads atau proses closing.
Improve: perbaiki targeting dan pesan.
Systemize: gunakan segmentasi dan CRM.
Optimize: ukur cost per customer dan profit.
Next Growth: scale sumber leads berkualitas.
One Page Summary: lebih baik mendapatkan 100 leads yang tepat daripada 1.000 leads yang tidak memiliki kemungkinan membeli.
Jika bisnis Anda ramai bertanya tetapi sepi transaksi, mungkin Anda tidak membutuhkan lebih banyak leads. Anda mungkin membutuhkan leads yang lebih tepat.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar