Strategi Meningkatkan Penjualan untuk Bisnis yang Sudah Banyak Mendapatkan Leads tetapi Closing Masih Rendah
Leads banyak seharusnya menjadi kabar baik.
Tetapi bagi sebagian bisnis, leads justru menjadi sumber frustrasi.
Sales sibuk.
WhatsApp penuh.
Proposal dikirim setiap hari.
Tetapi target penjualan tetap tidak tercapai.
Masalahnya mungkin bukan kekurangan leads.
Masalahnya adalah leads tidak berhasil dikonversi menjadi customer.
Watch
Langkah pertama adalah mengukur funnel.
Misalnya:
1.000 leads masuk.
500 merespons.
200 qualified.
100 mendapatkan proposal.
Tetapi hanya 10 yang closing.
Sekarang masalah menjadi lebih jelas.
Bukan “penjualan rendah”.
Tetapi terdapat penurunan besar pada tahap tertentu.
Investigate
Selanjutnya cari penyebab.
Apakah leads berkualitas rendah?
Apakah sales tidak cepat merespons?
Apakah proses konsultasi terlalu singkat?
Apakah proposal terlalu rumit?
Apakah sales tidak melakukan follow-up?
Apakah customer mendapatkan penawaran kompetitor?
Semua harus diperiksa.
Bottleneck
Misalnya ternyata 100 proposal hanya menghasilkan 10 closing.
Berarti proposal-to-closing conversion hanya 10%.
Bottleneck dapat berada pada penawaran atau kemampuan sales mempertahankan komunikasi setelah proposal.
Improve
Perbaiki proses.
Jangan mengirim proposal kemudian menunggu.
Sales harus mengetahui apakah proposal sudah dibaca.
Kemudian melakukan follow-up dengan konteks.
“Pak, dari proposal kemarin, bagian mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Bapak?”
Pertanyaan seperti ini lebih membuka percakapan daripada:
“Pak, jadi ambil?”
Selain itu, proposal harus menjelaskan masalah, solusi, hasil yang diharapkan, ruang lingkup pekerjaan, bukti, dan investasi.
Systemize
Buat tahapan pipeline.
New Lead.
Contacted.
Qualified.
Consultation.
Proposal.
Negotiation.
Won.
Lost.
Dengan pipeline tersebut, owner dapat mengetahui berapa banyak leads yang sedang berada di setiap tahap.
CRM dapat membantu mengingatkan sales tentang follow-up yang tertunda.
Optimize
Ukur conversion rate setiap tahap.
Jangan hanya mengukur jumlah leads.
Sales dengan 50 leads dan 10 closing bisa lebih produktif daripada sales dengan 200 leads dan 5 closing.
Next Growth
Setelah conversion membaik, kualitas leads dapat ditingkatkan.
Dengan demikian marketing dan sales bekerja sebagai satu mesin.
One Page Summary
Watch: petakan leads sampai closing.
Investigate: cari penyebab leads gagal bergerak.
Bottleneck: temukan tahap dengan conversion terendah.
Improve: perbaiki sales process.
Systemize: gunakan pipeline dan CRM.
Optimize: ukur conversion setiap tahap.
Next Growth: scale leads setelah closing membaik.
One Page Summary: banyak leads tidak berarti banyak penjualan jika mesin konversinya belum sehat.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar